Nyaman Beraktivitas di Tengah Varian Omicron

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Omicron yang merupakan mutasi terbaru dari Covid-19 kini merupakan salah satu jenis varian yang perlu diwaspadai karena tingkat penularannya yang tinggi. Walaupun saat ini telah kembali diberlakukan pembatasan aktivitas di beberapa sektor, namun secara umum aktifitas kegiatan dalam masyarakat terus berjalan. Tak dapat disangkal, hal ini menyebabkan kekhawatiran tersendiri bagi para orangtua khususnya para ibu karena pandemi Covid-19 belum juga usai.

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Di dalam tubuh sendiri memiliki sistem kekebalan (imun) tubuh yang berfokus pada zat asing tertentu, yang dinamakan B-Cell dan T-Cell yang salah satu fungsinya adalah memproduksi antibodi.

Namun, ada beberapa hal yang dapat melemahkan sistem imun atau daya tahan tubuh seseorang, misalnya gaya hidup yang kurang sehat, kurang asupan gizi dan lainnya. Padahal, sistem imun yang kuat dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan berbagai virus.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr Prasna Pramita SpPD K-AI MARS FINASIM menjelaskan sistem kekebalan tubuh terhadap organisme berbahaya seperti bakteri dan virus, dikawal oleh sel yang disebut B-Cell dan T-Cell. B-Cell berfungsi sangat penting sebagai garda penting memerangi patogen berbahaya yang akan masuk ke dalam tubuh, termasuk virus.

Kemudian, T-Cell melakukan fungsinya sebagai sel yang memerangi sumber penyakit dalam jangka waktu yang lebih lama. T-Cell akan lebih lama mengingat dan mengenali patogen berbahaya. Namun keduanya sangat penting dalam pertahanan kekebalan tubuh.

“Cara utama untuk melindungi diri dari penyakit adalah dengan memiliki daya tahan tubuh atau sistem imunitas yang kuat. Daya tahan tubuh atau sistem imunitas merupakan garda pertahanan pertama dari berbagai virus yang menyerang tubuh. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat seperti mengkonsumsi nutrisi seimbang,” kata dr Prasna.

Tubuh membutuhkan asupan suplemen salah satunya Vitamin E untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi bakteri dan virus yang datang. Selain itu Vitamin E juga membantu melebarkan saluran vena darah yang dapat menghindari risiko pengentalan serta dibutuhkan sel tubuh untuk berinteraksi satu sama lain dalam menjalankan fungsinya.

Salah satu suplemen Vitamin E yang dapat dijadikan pilihan adalah Natur-E, suplemen Vitamin E yang diproduksi dari bahan alami serta mengandung ekstrak biji bunga matahari dan antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas di dalam tubuh.

Brand Manager Natur-E, Widya Wulandari mengaku mengerti akan kekhawatiran masyarakat khususnya orangtua dan para ibu dengan situasi pandemi yang kian tak menentu. Dibuat dari bahan alami, Natur-E adalah suplemen vitamin E yang dibuat dari bahan alami seperti ekstrak biji bunga matahari serta bahan-bahan alami lainnya yang berfungsi sebagai antioksidan di antaranya astaxanthin dan glutathione.

“Kami berharap Natur-E dapat melengkapi asupan nutrisi harian yang dibutuhkan oleh keluarga Indonesia,” jelasnya.

Natur-E memiliki empat varian yaitu Natur-E 100 (100 IU) yang dianjurkan untuk dikonsumsi kelompok usia di bawah 25 tahun, Natur-E 300 IU untuk usia 25 tahun ke atas. Natur-E Advanced (100 IU + Astaxanthin) diperuntukkan bagi perempuan usia 35 tahun ke atas. Ada pula Natur-E White (20 IU and Glutathione) yang dapat membantu untuk memelihara kesehatan kulit yang cenderung kusam serta dapat dikonsumsi oleh kelompok usia mulai 20 tahun ke atas.

“Natur-E menyediakan berbagai macam produk yang sesuai dengan kelompok usia dimana mungkin saja di setiap rumah terdapat berbagai macam golongan usia mulai dari bapak, ibu, remaja hingga mungkin lansia. Suplemen selayaknya terbuat dari bahan alami yang aman serta halal untuk dikonsumsi,” pungkas Widya Wulandari. (*)

BERITA REKOMENDASI