Objek Vital Dalam Penjagaan Densus

JAKARTA (KRjogja.com) – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri untuk all out melakukan monitoring secara intens dan memperkuat pengamanan di objek-objek vital. Hal itu dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya aksi teror pada perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Selain itu, Kapolri juga menginstruksikan Kapolda di sejumlah daerah untuk melakukan koordinasi dengan semua stakeholder terkait seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),Majelis Ulama Indonesia (MUI) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

“Itu semua perlu diajak dialog untuk mengembangkan sikap toleransi,” kata Kapolri di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (12/12/2016).

Kapolri mengingatkan, Natal adalah hari besar agama untuk umat Kristiani, sehingga harus diamankan. Oleh karena itu, semua upaya untuk mengembangkan toleransi ini harus dijalankan dengan melibatkan ormas-ormas, MUI maupun tokoh-tokoh agama dan masyarakat, sehingga tidak terjadi gejolak.

Pihaknya juga memperkuat deteksi intelijen di lokasi-lokasi resisten yang bisa mengganggu jalannya ibadah di hari Natal. Mereka harus segera melakukan langkah-langkah untuk menetralisir, baik dengan cara persuasif maupun dengan cara koersif.

Kapolri menginstruksikan Kapolda untuk melibatkan masyarakat membantu pengamanan. Ia menunjuk contoh yang dulu pernah dilakukan saat anggota Banser GP Ansor maupun Kokam milik Muhammadiyah menjaga gereja-gereja saat peringatan Natal. (*)

 

BERITA REKOMENDASI