OJK Catat Kinerja Intermediasi Sektor Keuangan Masih Tumbuh Positif

Editor: KRjogja/Gus

Sementara itu, Wimboh menyampaikan piutang Perusahaan Pembiayaan tercatat terkontraksi sebesar 14,4 persen (yoy) seiring belum pulihnya pasar kendaraan bermotor yang merupakan sektor ekonomi yang memiliki kontribusi terbesar dalam pembiayaan. Industri asuransi dapat menghimpun pertambahan premi sebesar Rp 17,8 triliun. Jumlah penawaran umum pasar modal yang dilakukan emiten mencapai 141, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp93,4 triliun sampai 26 Oktober 2020.

“Profil risiko lembaga jasa keuangan pada September 2020 juga masih terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,15 persen dan Rasio NPF sebesar 4,9 persen,” tambahnya.

Di tengah penguatan nilai tukar Rupiah, Wimboh menegaskan risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level yang rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,60 persen yang jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20 persen. Sementara itu, likuiditas dan permodalan perbankan berada pada level yang memadai. Permodalan lembaga jasa keuangan sampai saat ini relatif terjaga pada level yang memadai.

“OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui penguatan peran sektor jasa keuangan. OJK siap mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan secara terukur dan tepat waktu untuk menjaga momentum PEN,” tegasnya. (Ira)

OJK

BERITA REKOMENDASI