Omnibus Law, Pemerintah Revisi 77 UU

JAKARTA, KRJOGJA.com – Presiden RI Joko Widodo mengatakan selama ini banyak peraturan yang mengikat langkah pemerintah sehingga tidak maksimal bergerak dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peraturan yang menghabat tersebut, baik itu peraturan perundang – undangan, peraturan  dalam tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Karena itu  minggu depan pemerintah akan mengajukan Omnibus Law ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar merevisi 77 undang- undang dan 1.244 pasal.

“Minggu depan pemerintah akan mengajukan Omnibus Law ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), tidak tanggung-tanggung, yang diajukan itu untuk  merevisi 77 undang- undang dan 1.244 pasal karena dinilai pasal pasak ini menghambat kecepatan dalam bergerak untuk merespons perubahan dunia, padahal ekonomi dunia bergerak dengan cepat,” kata  Presiden RI Joko Widodo, daalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020, di Jakarta, Kamis (16/1).

Presiden memohon kepada DPR agar bisa diselesaikan revisi tersebut dalam kurun waktu 100 hari. Bila dapat diselesaikan dalam kurun waktu tersebut, maka pemerintah akan lebih mudah melangkah dan akan ada perubahan dalam ekonomi  Indonesia.
“Kalau dalam 100 hari selesai, maka saya akan mengajukan 2 jempol kepada DPR, karena prosesnya bisa cepat. Kalau betul betul kelar, maka akan ada perubahan yang mendasar dan berpengaruh kepada ekonomi kita,” tegasnya.

"Saya tadi sudah bisik-bisik kepada OJK dan Gubernur BI. Begitu aturan sovereign wealth fund kita dapat akan ada inflow mungkin minimal 20 miliar dolar AS. Juga ada lembaga-lembaga yang akan  masuk, nggak usah saya sebutkan.  “Dan angin ini akan lebih besar lagi apabila pasal-pasal yang kita ajukan ke DPR disetujui sehingga pergerakan ekonomi kita akan tumbuh lebih baik," kata Jokowi.

Sementara untuk sektor keuangan Indonesia pada tahun 2019, umumnya stabil, sementara pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan. Walaupun pertumbuhan kredit tahun 2019 hanya sebesar 6,08 persen atau jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai 11 persen. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI