Optimisme Lawan Pandemi Melalui Vaksinasi, 3M, dan 3T

Editor: KRjogja/Gus

Vaksinasi adalah kesempatan bangsa untuk bangun, pulih, dan kembali tumbuh. Dengan maksimalnya kapasitas dan kapabilitas, pemulihan kesehatan dan ekonomi akan cepat kembali. Jakarta, 28 Januari 2021. Sudah hampir satu tahun pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia. Semua pihak telah berjuang untuk menghadapinya. Di tengah dinamika perkembangan pandemi, optimisme ditunjukkan oleh Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH selaku Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika Indonesia HealthcareCorporation (PBM IHC).

Menurut dr. Fathema, pandemi ini diatasi dengan bersama-sama disiplin menjaga protokol kesehatan 3M di semua lapisan masyarakat. “Vaksin juga sangat penting tetapi tidak bisaterlepas dari 3M. Jadi walaupun sudah divaksin tetap 3M. vaksin untuk mencapai herd immunity akan memagari orang-orang yang tidak bisa divaksin karena usia atau penyakit dan atau faktor lain,” jelasnya.

Terkait vaksinasi, dr. Fathema optimis Indonesia akan mengalami percepatan. “Data menunjukkan bahwa kapasitas vaksinasi yang dapat dilakukan di Indonesia adalah 16 juta orang per bulan. Hasil ini diperoleh dengan pengerahan 2.800 rumah sakit, 1.000 puskesmas, dan 8.000 klinik yang dimiliki. Dengan kapasitas dan kapabilitas tersebut, untuk mencapai 70 persen (182 juta) yang divaksinasi demi mencapai herd immunity harusnya bisa ditempuh dalam 5-6 bulan, bila vaksin tersedia” paparnya.

Kapasitas dan kapabilitas ini akan bisa maksimal ketika vaksinasi sudah memasuki fase dua dimana persediaan dan permintaan vaksin sudah seimbang. “Saat ini masih di fase satu dimana permintaan tinggi namun stok terbatas karena kompetisi di level global. Dengan maksimalnya kapasitas dan kapabilitas vaksinasi, saya optimis pemulihan kesehatan dan ekonomi akan cepat kembali. Vaksinasi adalah kesempatan bangsa untuk bangun, pulih, dan kembali tumbuh,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI