Pacitan Kembangkan Pariwisata Berbasis Desa dan Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

SEJAK pemerintahan Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sekitar tahun 2004, sektor pariwisata Kabupaten Pacitan Jawa Timur mulai bangkit. Semula Presiden ke-6 tersebut memperkenalkan Pantai Klayar dengan Seruling Samudranya dan belakangan destinasi terebut menjadi salah satu objek wisata (obwis) unggulan Kabupaten Pacitan. Sehingga dikenal luas wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara.

“Ketenaran Obwis Pantai Klayar dan Seruling Samudra menjadi titik awal kebangkitan kepariwisataan sekaligus mulai beralihnya sumber pendapatan dari sektor pertanian lahan kering menjadi sektor pariwisata. Sampai saat ini ada 19 destinasi wisata yang menjadi jujugan

wisatawan berlibur. Sembilan obwis dikelola pemkab sedangkan sisanya ditangani pemerintah desa dan swasta,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pacitan, T Andi Faliandra, kepada awak media tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK) yang press tour

bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Selasa (15/12).

Kabid Informatika Komunikasi Publik dan Statistik (IKPS) Diskominfo Kulonprogo, Bambang Susilo mengatakan, press tour

bersawa PWK merupakan upaya mendapat referensi bagi Pemkab Kulonprogo dalam pengembangan pariwisata. Apalagi destinasi wisata Pacitan dengan Kulonprogo hampir sama. Semuanya mengandalkan pariwisata keindahan alam baik pantai maupun pegunungan. “Yang membedakan pengembangna pariwisata Kulonprogo saat ini berbasis kebudayaan,” tutur Bambang.

Andi Faliandra mengungkapkan, dalam pengelolaan destinasi wisata, Pemkab Pacitan memang mengembangkan pariwisata berbasis desa dan masyarakat. Dengan sistem tersebut bisa membantu bangkitnya perekonomian desa. “Secara umum sektor pariwisata sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi bahkan penyumbang PAD nomor dua setelah rumah sakit,” jelasnya menambahkan 2020, PAD pariwisata mampu menyumbang 32 persen. Sumbangan PAD pariwisata tersebut melebihi target triwulan pertama yang hanya 25 persen.

BERITA REKOMENDASI