Pakar Bencana Dunia Bahas Tsunami di Aceh

BANDA ACEH (KRjogja.com) – Sejumlah pakar bencana dari berbagai negara mengadakan konferensi kebencanaan di Hotel Hermes, Banda Aceh. Mereka membahas tentang pemulihan daerah yang pernah dilanda bencana tsunami.  

Kegiatan bertajuk ‘The 10th Aceh International Workshop and Expo on Sustainable Tsunami Disaster Recovery (AIWEST-DR) 2016’ itu, menghadirkan sejumlah pakar dari luar negeri untuk membahas pemulihan berkelanjutan bagi wilayah yang pernah diterpa bencana.

Wakil Rektor IV Dr Nazamuddin mengatakan, bencana dahsyat yang terjadi di Aceh dan Jepang itu membuat orang-orang sadar akan risiko bencana yang bisa datang kapan saja, terlebih diperlukan pemulihan pascabencana. "Dua kejadian besar dalam waktu kurang dari satu dekade, tentu saja meninggalkan kita begitu banyak kenangan," kata Nazamuddin seperti rilis yang diterima Okezone, Rabu (23/11/2016) Workshop dan expo tersebut berlangsung selama beberapa hari, yakni sejak 21 hingga 24 November 2016. 

Kegiatan yang diadakan oleh Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana atau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), Universitas Syiah Kuala tersebut mengadirkan pembicara utama, yakni Prof Philip F Liu (National University of Singapore, Singapore) dan Prof Fumihiko Imamura (Universitas Tohoku, Japan). 

Selain itu, hadir pula pakar kebencanaan Aceh dan TDMRC, sejumlah ahli kebencanaan dunia juga hadir, seperti Prof Yasuo Tanaka (Universiti Tunku Abdurrahman, Malaysia), Prof Dinil Pusphalal (Universitas Tohoku, Jepang), Prof Alexander Fekete (Cologne University of Applied Sciences, Jerman), Dr Aiko Sakurai dari IRIDeS Universitas Tohoku, serta Dr Harkunti P Rahayu dari ITB.

"Bagi sebagian dari kita, sepertinya baru kemarin bencana tsunami menghancurkan kota Banda Aceh. Kami berada di sini (Aceh) saat ini terus berusaha untuk pulih dari bencana dahsyat itu, kami juga terus belajar dari bencana yang terjadi dan bangkit," ungkapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI