Pancasila Warga di Tengah Pandemi, Saling Bantu dan Kuat Bersama

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Masyarakat Indonesia termasuk DIY sedang dalam kondisi tidak baik karena pandemi Covid-19. Segala sisi kehidupan terdampak, pemerintah bahkan terlihat tak cukup siap dalam penanganan yang membuat tak sedikit masyarakat menilai sedang berjalan sendirian menghadapi pandemi.

Namun, ternyata kekuatan bersama lagi-lagi memberi jawaban karena terlihat begitu besar gotong-royong yang dilakukan. Masyarakat saling bantu dan saling jaga satu sama lain untuk menghadapi pandemi bersama.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi menilai apa yang dilakukan masyarakat begitu nyata mengimplementasikan butir-butir mutiara Pancasila. Mutiara-mutiara yang ditemukan Soekarno saat menjalani pengasingan di Ambugaga Ende pada 1943 lalu.

“Ketika kita melihat bagaimana para tenaga medis, relawan berjuang bersama untuk membantu warga masyarakat. Kita juga terketuk untuk membantu seturut kemampuan kita, ini implementasi sila dalam Pancasila. Kita melakukan gotong royong mengusung semangat setia kawan, saling membantu tetangga, meringankan beban sesama tak mengenal kasta,” ungkapnya Senin (01/06/2020).

Masyarakat begitu memaknai mendalam Pancasila di peringatan kali ini. Peringatan di tengah pandemi yang pasti tak pernah diinginkan setiap orang.

“Semangat ini harus terus dipertahankan, karena kita masih harus kuat bersama kedepan menghadapi tantangan Covid ini. Pancasila menjadi penguat terdepan bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan kedepan, kita akan menghadapi new normal,” ungkapnya lagi.

Di DIY, banyak hal dilakukan masyarakat mulai memberikan makanan bagi orang membutuhkan selama pandemi, membantu tetangga terdampak dengan membuat papan sembako gratis bagi yang membutuhkan, memberikan bibit tanaman pangan gratis, membantu mengantarkan sembako gratis untuk mahasiswa, memberikan ruang karantina mandiri bagi warga yang harus kembali pulang karena PHK di rantau dan banyak hal lainnya.

“Ini semua karena kita punya Pancasila dan hidup dengan Pancasila,” pungkas Suwardi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI