Panen Jagung di Eks Lahan Pohon Jati

BANYUWANGI, KRJOGJA.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menghadiri acara panen raya jagung di Dusun Sumberurip Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Rabu (27/2). Jagung yang dipanen ditanam di areal hutan yang ditanami pohon jati.

Selain Direktur Irigasi Ditjen PSP Rahmanto, acara panen raya jagung di Dusun Sumberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, ini juga dihari oleh Kabid Tanaman Pangan, Dispertanian Banyuwangi, Ilham Juanda, Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi Ahmad Munif Syafaat dan Muspika Kecamatan Siliragung. 

Dalam kesempatan tersebut, Rahmanto menyampikan, Pemerintah akan terus mengupayakan berbagai macam cara agar harga jagung harga jagung petani tidak mengalami penurunan dan terus stabil, sehingga ketika panen petani tidak akan rugi. 

Salah satu upaya yang nantinya akan dilakukan yaitu membuatkan sarana untuk menyimpan jagung hasil panennya. Hal itu dilakukan untuk mengontrol harga di pasaran. 

"Kalau harga murah, jagung bisa ditampung di tempat tersebut, ketika harga stabil, baru kemudian dijual. Yang jelas pemerintah akan terus berupaya agar petani bisa untung," ungkapnya di hadapan puluhan petani jagung.

Rahmato juga menyampaikan, agar para petani mengusulkan bantuan alat pertanian. Agar semua lahan bisa dimanfaatkan dengan baik. "Kami siap mengawal jika kelompok tani disini mengusulkan," tegasnya.

Hamparan jagung yang dipanen seluas 2000 ha. Lahan tersebut milik perhutani yang dimanfaatkan oleh petani untuk perluasan areal jagung. Tanaman Jagung ditanam di sela-sela tanaman jati yang masih kecil. Rata-rata produktivitas jagung 5 ton per ha. Melalui program upsus, luas tanam jagung di Banyuwangi mengalami peningkatan. Dari tahun 2017 seluas 26.821 ha maka tahun 2018 menjadi seluas 32.998 ha. Ditargetkan untuk tahun 2019 akan meningkat lagi 
seluas 36.000 ha. (*)

BERITA REKOMENDASI