Para Dokter yang Ketagihan Berbagi pada Korban Gempa Lombok

Editor: Ivan Aditya

KESIBUKAN yang padat sebagai dokter, bukan berarti tidak bisa meluangkan waktu untuk berbagi pada sesama, khususnya korban gempa yang sedang kesusahan.  Di sela waktu, tugas rutin dan libur praktik, menyempatkan diri menyalurkan bantuan kepada korban bencana gempa di Lombok.

Awalnya Cuma menyalurkan bantuan dari keluarga untuk korban. Saat postif di FB, ternyata teman-teman alumni SMP, SMA, Universitas tertarik. Malah banyak yang minta tolong didistribusikan,” ungkap dr Renny Bunjamin kepada KR menceritakan awal mulanya terjun membantu korban gempa Lombok.

Besarnya keinginan masyarakat untuk membantu korban gempa, membuat dirinya semakin bersemangat untuk berbagi. Kegiatan ini pun direspons oleh temen-teman lainnya untuk kemudian ikut bersama-sama berbagi pada korban gempa.

Bersama teman-teman, kemudian membentuk Relawan Kerinci 30. Personilnya tidak hanya dokter umum, tetapi ada dokter gigi, dokter hewan, bidan, marketing dan wiraswasta. “Jadi kita seperti kecanduan untuk berbagi pada korban gempa,” ujarnya.

Lokasi korban gempa di Lombok sangat luas, dengan kondisi masing-masing berbeda-beda. Namun demikian, berusaha agar lokasi yang belum terjangkau bisa disalurkan bantuan.

Bantuan dari Pembaca KR, yang terdiri dari selimut, kaos, air mineral didistribusikan di sejumlah dusun di Kabupaten Lombok Utara, yakni di Sambil Bengkol, Posko Karangtal Kayangan, Selengen, Akar-akar, Bayan, Tampes, Santong  Barang, Santong timur dan Salut. Dalam waktu dekan, pihaknya akan menyalurkan bantuan ke Kabupaten Lombok Timur.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kedaulatan Rakyat (KR) yang telah ikut membantu menyalurkan bantuan dari para pembacanya ke korban gempa di Lombok,” ungkap dr Renny.

Dalam penyaluran ini, banyak sekali yang membantu. Termasuk masyarakat yang berada di lokasi gempa. Warga yang menerima,sangat mensyukuri karena ternyata bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka. (Jon)

BERITA REKOMENDASI