Pasar Puri Bambu Sudah Diserbu Pengunjung

BANDUNG, KRJOGJA.com – Generasi Pesona Indonesia (GenPI) memang pintar membaca peluang. Selalu memiliki kreativitas yang oke punya. Hal ini juga yang terjadi saat soft launching Destinasi Digital Puri Bambu Bojongkoneng, Bandung, Sabtu (30/12). 

"Keramaian ini sudah kami prediksi. Soalnya destinasi digital saat ini begitu digandrungi kaum millenial. Padahal ini baru soft launching. Kita harapkan ini akan terus ramai seperti ini," ujar Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan.

Antusiasnya wisatawan menghadiri soft launching ini sangatlah wajar. Karena destinasi digital ini menawarkan spot foto yang intagramable. Menurut Vena, saat ini baru di sajikan 3 spot foto. Tetapi nantinya akan terus dikembangkan.

“Detinasi digital ini menyajikan konten yang keren. Spotnya juga instagramable, di sana ada 3 beautifull view. Ada hutan bambu, spot sunrise dan city light,” tuturnya.

Bukan saja destinasinya yang keren, atraksi yang dihadirkan pun paten. Sajiannya lengkap dengan menonjolkan kekuatan seni budaya Jawa Barat (Jabar). Apalagi seni yang ditampilkannya pun unik. Semua bertema bambu sesuai dengan nama pasar digital Pasar Puri Bambu.

Ada Rampak Karinding, atraksi bambu gila, serta Tari Tarawangsa. Ada juga berbagai permainan tradisonal yang unik dan menarik. Permainan ini terangkum dalam kaulinan lembur seperti egrang bambu dan babatokan dari batok kelapa.

“Kita juga melakukan kolaborasi dengan warga Cimenyan. Karena tujuan dari destinasi digital adalah untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Seluruh kuliner yang dijual merupakan olahan masyarakat sekitar. Nantinya juga akan terus kita gelar workshop soal bambu yang menjadi keahlian masyarakat sekitar. Sehingga destinasi ini semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar," katanya.

Bagi Ketua GenPI Nasional Mansyur Ebo, kehadiran Pasar Puri Bambu semakin melengkapi destinasi yang ada di Bandung. Sekaligus mensukseskan program destinasi digital yang dicanangkan Kemenpar. Pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik. Anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik difoto, dan kreatif. (*)

BERITA REKOMENDASI