Pasca Kalah Pilkada, Pemilik Situs Gila

JAKARTA, KRJOGJA.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak menganjurkan dilakukan nikah secara diam-diam (nikah siri), karena pernikahan ini tidak memiliki landasan hukum atau pengakuan negara. Nikah siri seringkali menimbulkan dampak negatif terhadap istri dan anak yang dilahirkan, terkait hak-hak mereka seperti nafkah ataupun hak kewarisannya.

"MUI mengimbau masyarakat agar menikah secara resmi sesuai  ketentuan peraturan perundang-undangan," terang Wakil Ketua Umum MUI Zainut Taufik Sa'adi di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Tahun 2006, MUI telah mengeluarkan fatwa melalui keputusan Ijtima Ulama Se-Indonesia ke-2 di Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Fatwa tersebut menyatakan, nikah siri memang sah secara agama, asalkan syarat dan rukun nikah terpenuhi. Adapun rukun pernikahan dalam Islam, antara lain ada pengantin laki-laki pengantin perempuan, wali, dua orang saksi laki-laki, mahar serta ijab dan kabul. Namun pernikahan tersebut bisa menjadi haram jika menimbulkan mudarat atau dampak negatif.

"Atas dasar itu para ulama sepakat bahwa pernikahan harus dicatatkan secara resmi ke administrasi negara," katanya.

Sementara itu, polisi telah menangkap Aris Wahyudi (49), pemilik sekaligus pengelola situs nikahsirri.com. Istri tersangka, Rani, mengungkapkan, suaminya, Aris Wahyudi sempat menjadi politisi. Namun, mengalami gangguan jiwa setelah kalah dalam Pilkada Banyumas 2008. "Suami saya agak gila semenjak dia kalah dalam Pilkada," katanya di Bekasi.

Pernyataan itu diungkapkan Rani saat tiba di rumah kontrakan Jalan Manggis Raya Blok A/91, Perumahan TNI AU Angkasa Puri Jatimekar Jatiasih Kota Bekasi usai mendampingi suami menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.
Menurut Rani, gangguan jiwa mulai nampak saat Aris terobsesi bergabung menjadi warga negara Amerika Serikat, lewat pembuatan buku. Buku yang dinilai Rani kontroversi tersebut, sempat diluncurkan dengan mengundang sejumlah wartawan dalam sebuah deklarasi yang dihadiri komunitas yang mendukung Aris. Perilaku gangguan jiwa juga kerap diperlihatkan Aris saat berkomunikasi dengan keluarga yang terkadang tidak bisa dipahami akal sehat.

"Kesehariannya kadang gila seperti itu, kadang normal," kata Rani.

Rani menambahkan, dirinya tidak pernah dilibatkan Aris selama persiapan peluncuran situs yang dimulai sejak 19 September lalu. Namun, Rani memastikan seluruh keluarganya saat ini tengah mendukung upaya pemerintah melalui instansi terkait untuk menyadarkan Aris atas kesalahannya.

"Saya,  sebagai istri memohon maaf kepada seluruh warga Indonesia atas kasus ini," katanya sambil menangis.

Situs nikahsirri.com diindikasikan  Sub Unit Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berkategori pornografi dan melanggar undang-undang terkait perdagangan manusia atas adanya keuntungan dari usaha itu untuk pengelola. Akibat ulahnya itu, Aris mendekam di Polda Metro Jaya untuk menjalani serangkaian pemeriksaan polisi.(Ful/Dev)

BERITA REKOMENDASI