Pasien Covid-19 Jangan Dijauhi dan Tak Dirawat Lagi di Rumah

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Munardo meminta masyakarat tidak menstigmatisasi pasien dan tenaga kesehatan yang terpapar virus Corona karena bisa memparparah kondisi tubuh. Selain itu tidak dirawat di rumah.

“Jangan ada lagi pasien Covid 19  dirawat di rumah. Jangan menstigmatisasi pasien atau nakes yang terparah karena bisa mempengaruhi psikis dan proses penyembuhan pasien,” kata Letjen TNI Doni Monardo di Jakarta, Jumat (23 /10) saat zoominar bertajuk Stigmatisasi Pasien dan Tenaga Kesehatan, Bagaimana Mengatasinya.

Karena itu, Kepala BNPB ini meminta
seluruh pasien harus ditangani di tempat yang telah disediakan pemerintah. Baik itu di rumah sakit, fasilitas kesehatan atat hotel untuk isolasi mandiri. “Presiden telah memerintahkan menteri kesehatan dan kami agar masyarakat yang positif COVID jangan lagi dilayani di rumah,” tegas  Doni Monardo.

Menurut Dini saat di rumah pasien positif tidak memenuhi standar kesehatan ,saat ini pemerintah telah memberikan kesempatan pada kepala daerah untuk mengatasinya. Hal ini dilakukan agar memudahkan perawatan. Serta tidak terjadinya penularan di dalam keluarga. “Selain itu juga akan mmudahkan    dan pengawasan. Agar yang positif ini bisa lekas sembuh dan tidak menulari keluarga yang lain,” tegasnya.

Mantan Danpaspampres ini juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya gerakan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) wajib dilaksanakan. Terutama jika beraktivitas di luar rumah. Ingat keselamatan diri dan keluarga.

Sementara itu dr Lula Kamal selain stigmatisasi negatif terhadap tenaga kesehatan, para nakes juga perlu memahami protokol keehatan misalnya memperhatikan kebersihan baju hazmat sebelum digunakan. Selain itu, masyarakat harus memberi apresiasi bagi nakes karena telah mempertaruhkan nyawa guna menolong pasien yang terpapar.

“Saya harap, media tidak menggiring opini masyarakat menuju stigmatisasi negatif bagi nakes yang terpapar saat menjalankan tugasnya. Protokol kesehatan juga wajib ditaati seperti selalu menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun,” katanya.

Sementara itu, sampai Jumat (23/10 2020) jumlah pasien positif  bertambah 4.369. Berdasarkan data pemerintah pusat, dari jumlah kasus tersebut, sebanyak 305.100 di antaranya telah sembuh. Bertambah 4.094 . Sedangkan pasien virus corona yang meninggal dunia juga bertambah, yakni 118 orang pada hari ini. Saat ini total telah ada 13.077 orang yang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona di Indonesia.

Jumlah pasien suspek per 23 Oktober ada sebanyak 161.763 orang. Spesimen yang dites pada 23 Oktober sebanyak 42.287. Pemerintah sendiri masih terus mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di mana pun berada. Misalnya dengan memakai masker, menjauhi keramaian, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan.

Dalam waktu dekat juga akan ada libur panjang di akhir Oktober. Berkenaan dengan hal itu, sejumlah pejabat di pemerintahan mengimbau agar masyarakat tidak berwisata ke luar kota terlebih dahulu.(Ati/Tom)

BERITA REKOMENDASI