PBB Kucurkan Dana Investigasi Suriah dan Myanmar

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – Sidang Umum PBB pada Jumat menetapkan anggaran operasional senilai US$3,07 juta dan untuk kali pertama mengalokasikan dana untuk menyelidiki kejahatan perang di Suriah dan Myanmar keputusan yang mendapat tentangan dari Rusia dan Korea Utara. 

Anggaran operasional PBB ini naik dari periode 2019 senilai US$2,9 juta, dengan peningkatan dikarenakan misi tambahan di pos sekretariat PBB, inflasi, serta penyesuaian nilai tukar, demikian menurut para wakil negara di PBB. 

Di dalam rincian anggaran juga terdapat misi pengawasan di Yaman, misi politik di Haiti, investigasi kejahatan dan perang sipil yang berlangsung sejak 2011 di Suriah, serta investigasi pada kekerasan etnis minoritas Rohingya di Myanmar. 

Sebelumnya dana untuk penyelidikan di Suriah dan Myanmar berasal dari sumbangan negara-negara, tapi pada 2020 akan dimasukkan pada anggaran sekretariat PBB dan juga akan mendapat tambahan dari kontribusi sukarela 193 anggota PBB. 

Pada saat bernegosiasi, Rusia mengusulkan beberapa perubahan baik di sesi Sidang Umum maupun sesi Pertanyaan untuk Komite Anggaran. 

Namun saat voting berlangsung, baik Rusia, Suriah, Myanmar, dan pendukung mereka yaitu Korea Utara, Iran, Nikaragua, dan Venezuela, kalah suara. 

Rusia menyatakan keputusan untuk memasukkan dana investigasi ini membuat mereka akan mengkaji ulang kewajiban pembayaran. Mereka juga memprediksi PBB akan mendapatkan masalah karena negara-negara tidak memenuhi kewajiban pembayaran mereka. (*)

PBB

BERITA REKOMENDASI