PBNU Kecam Kekerasan di India

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong pemerintah Indonesia mengambil langkah diplomatis dan ikut andil dalam upaya menciptakan perdamaian di India. Hal ini tak lepas dari bentrok umat Hindu dan Muslim di India dalam dua hari terakhir.

Akibat bentrok tersebut, 27 orang dilaporkan meninggal dunia, dan lebih dari 200 orang terluka. Bentrokan itu dipicu protes atas Undang-undang Kewarganegaraan di pinggiran New Delhi yang dianggap mendiskriminasi umat Islam.

“Upaya ini penting dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab Internasional, yakni turut berperan dalam usaha menciptakan perdamaian dan keamanan dunia,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal.

PBNU juga mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan yang terjadi di India. Menurut dia, perilaku kekerasan bukanlah ciri Islam yang Rahmatan Lil alamin.

Lebih lanjut Helmy mengatakan perdamaian, kebebasan, dan juga toleransi adalah prinsip utama dalam menjalankan kehidupan di samping prinsip Maqaasid Syariah yang terdiri dari hifdud din wal aql (menjaga agama dan akal), hifdzul nafs (menjaga jiwa), hifdun nasl (menjaga keluarga), dan hifdul mal (menjaga harta), dan hifdhul irdh (menjaga martabat). “Kelima prinsip tersebut merupakan prinsip utama yang harus ditegakkan di manapun bumi dipijak,” ujarnya.

Selain itu, PBNU juga mendesak PBB untuk berinisiatif melakukan investigasi dan menindak segala pelanggaran HAM yang terjadi di India. Ini ditujukan agar keadaan di India kembali kondusif. (*)

BERITA TERKAIT