PBNU Tegaskan Covid-19 Bukan Konspirasi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil meminta masyarakat waspada dan mengikuti protokol kesehatan, sebab keberadaan virus corona (Covid-19) adalah kenyataan, bukan konspirasi atau karangan semata.

“Selama masih ada Covid-19 maka kita harus disiplin, hati-hati dan waspada. Covid-19 ini betul-betul nyata, bukan konspirasi ataupun bohong-bohongan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebelumnya deretan teori konspirasi terkait Covid-19 muncul di berbagai media sosial dan pemberitaan. Teori konspirasi yang paling menyita perhatian publik adalah bahwa virus corona buatan elite global.

Penganut teori tersebut meyakini Covid-19 merupakan salah satu alat kontrol elit global agar tetap berada di puncak piramida ekonomi dan politik dunia. Di Indonesia pemahaman ini digaungkan oleh salah seorang musisi Indonesia, Jerinx atau JRX.

Beredar pula konspirasi yang menyebut Covid-19 merupakan konspirasi komunis, yahudi dan nasrani untuk menghancurkan islam. Klaim tersebut ramai beredar di facebook pada Mei lalu.

“Wajib hukumnya mengikuti protokol kesehatan, jangan sampai kita mencelakai diri kita dan orang lain,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI