PDIP Merotasi Rieke Demi RUU Omnibus Law

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Fraksi PDI Perjuangan DPR RI merotasi Rieke Diah Pitaloka sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) dan memilih M Nurdin yang merupakan mantan polisi dengan pangkat Jenderal bintang tiga untuk duduk di kursi pimpinan Baleg.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Utut Adianto mengungkap, alasan rotasi ini untuk memperkuat pembahasan RUU Omnibus Law dan RUU Cipta Kerja. Meski, Utut bilang alasannya bukan karena Rieke dianggap tidak mampu mengawal RUU Omnibus Law dan RUU HIP. “Kita tahu bahwa dalam waktu dekat Baleg akan penuh dengan tugas-tugas berat kalau kita lihat Omnibus Law sudah mendekati titik-titik yang krusial,” dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Selain Omnibus, lanjutnya, juga ada RUU HIP. “Pak Komjen Nurdin dengan latar belakang polisi yang tentu sangat paham beliau pernah jadi Kkapolda dua kali tugas utamanya mengawal itu,” kata Utut. Rieke selama menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi memang terlibat dengan pembahasan dua RUU tersebut dan berada dalam posisi yang strategis.

Dalam RUU Cipta Kerja, selaku pimpinan, posisi Rieke merupakan Wakil Ketua Panja. Pada saat pembahasan RUU Cipta Kerja, Rieke sempat mengusulkan klaster ketenagakerjaan yang ditolak kelompok buruh agar dipisahkan dari RUU Omnibus Law. Dia meminta RUU Omnibus Law ini fokus untuk memudahkan investasi dan perizinan.

“Kami coba mengusulkan khususnya tentang ketenagakerjaan ada baiknya bagian klaster tentang ketenagakerjaan dipisahkan saja sehingga RUU ini jelas untuk mempermudah investasi dan mempermudah perizinan,” ujar Rieke Diah Pitaloka, 20 April 2020. Ia juga meminta, bagian ketenagakerjaan dilakukan pembahasan secara lebih komprehensif.

BERITA REKOMENDASI