Pekerja Sektor Perikanan Tangkap Dilindungi BPJAMSOSTEK

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) jalin kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terkait pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja di sektor perikanan tangkap.

"Dengan ditandatanganinya kerjasana ini membuktikan negara hadir dalam memberikan perlindungan," kata Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto di Jakarta, Rabu (4/12/2019). Kerjasama ini dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perikanan dan Kelautan Nilanto Perbowo.

Sehari sebelumnya, ditandatanagani juga Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK E.Ilyas Lubis dan Dirjan Perikanan Tangkap KKP M. Zulficar Mochtar di Surabaya. Dalam perjanjian tersebut, jelas Agus, kedua belah pihak sepakat untuk mendaftarkan seluruh awak kapal, nelayan, dan tenaga kerja lainnya di sektor perikanan tangkap untuk manjadi peserta BPJAMSOSTEK .

"Mereka akan menjadi peserta pada empat program, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan/atau Jaminan Pensiun. Tapi, yang wajib adalah Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian," jelas Agus. Untuk itu, BPJAMSOSTEK dan Kementerian KKP akan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat kelautan dan perikanan.

Sampai dengan bulan November 2019, jumlah tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan yang terdaftar di BPJAMSOSTEK adalah sebesar 137.686 orang.  Angka itu terus mengalami peningkatan, seiring dengan kesadaran para pekerja tentang perlindungan jaminan sosial. Sebagai negara kepulauan, mayoritas masyarakat Indonesia bekerja di sektor kelautan dan perikanan.

Profesi tersebut, ungkap Agus, memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi sehingga perlindungan jaminan sosial ini wajib dimiliki agar mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Jadi, kerjasama ini, merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh pekerja, khususnya di sektor perikanan tangkap sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan negara. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI