Pelaku Penolakan Pemakaman Korban Corona Dijerat Pasal Berlapis

Menurut Budi, pemakaman terhadap jenazah pasien positif Covid-19 sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditentukan.”Masyarakat tidak perlu resah. Pemakaman sudah dipersiapkan SOP dan tata caranya,” katanya

Karena itu, kata dia, masyarakat tidak boleh menolak sehingga warga yang menolak dikategorikan sebagai pihak yang melawan hukum. Setelah kejadian ini, ia mengharapkan tidak ada lagi penolakan terhadap jenazah yang akan dimakamkan.

Sebelumnya diberitakan, seorang perawat RS Dr Kariadi di Semarang yang meninggal dunia dengan status positif virus Korona sempat ditolak pemakamannya di Ungaran. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di makam keluar RS Dr Kariadi di tempat pemakaman umum Bergota Semarang.

Polda Jawa Tengah memproses hukum tiga orang yang diduga provokator penolakan pemakaman jenazah positif Covid19 di Ungaran, Kabupaten Semarang. Ketiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam penolakan pemakaman jenazah di TPU Siwarak pada 9 April 2020 tersebut masing-masing THP (31) BSS (54) dan St (60) warga Sewakul, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Para tersangka itu berusaha memprovokasi dan menghalang-halangi petugas yang akan memakamkan jenazah pasien positif Korona itu.Ada sekitar 10 orang yang memblokade jalan masuk menuju TPU sehingga petugas tidak bisa melaksanakan tugasnya. (*)

 

Kedaulatan Rakyat (KR) membuka penggalangan dana ‘Dompet KR’ untuk membantu penanganan pasien Covid-19 maupun masyarakat yang terdampak. Para dermawan bisa berpartisipasi dengan cara menyerahkan donasi
secara langsung ke Bagian Keuangan KR setiap hari kerja, pukul 09.30- 13.30 (hari libur nasional dan Sabtu-Minggu tutup) Atau transfer ke rekening BRI 0409.01.000135.304 atas nama Kedaulatan Rakyat.

(Mohon bukti foto transfer dikirim via WA ke 0812.2960.972) Yuk, bantu donasi sekarang !

BERITA REKOMENDASI