Pelaku Teror Surabaya Diduga Belajar Rakit Bom dari Internet

Editor: Ivan Aditya

SURABAYA, KRJOGJA.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dari penyelidikan pihaknya para terduga terorisme yang melakukan serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, merakit bom dengan belajar melalui internet. Jenis bom yang digunakan dalam aksi teror kali ini adalah bom pipa dengan bahan peledak triacetone triperoxide (TTATP).

"Mereka banyak belajar dari online, cara membuat TTATP online juga ada. Sementara yang kami deteksi membuatnya online," kata Tito di Mapolrestabes Surabaya.

Tito menyebut jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) wilayah Surabaya telah memiliki keahlian untuk membuat bom pipa itu dengan belajar melalui internet. Bom yang menggunakan bahan peledak TTATP itu sangat dikenal anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Namun, Tito belum bisa mengungkap siapa sosok yang sangat ahli dalam membuat bom yang juga dikenal dengan sebutan 'the mother of satan'. Menurut mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu, saat ini pihaknya masih bekerja untuk menyelidiki.

"Mengenai teknis siapa pembuatnya dan lain-lain, nanti setelah pemeriksaan tuntas akan kami sampaikan," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI