Pelestarian CBWB Dukung Pengembangan Pariwisata

Editor: Ivan Aditya

TANJUNGPINANG, KRJOGJA.com – Pelestarian cagar budaya dan warisan budaya (CBWB) memiliki arti penting bagi generasi mendatang. Sebab, budaya menjadi pondasi untuk membentuk karakter masa depan bangsa yang sudah diwariskan generasi terdahulu.

"Sejarah yang menghasilkan CBWB memiliki nilai penting untuk pembelajaran agar maju dan berkembang. Kearifan budaya itu yang digunakan sebagai saringan bagi generasi lampau terhadap pengaruh asing yang masuk," ucap Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Tanjungpinag Provinsi Kepulauan Riau, H Ashadi saat Sarasehan Travel Heritage 2017 yang diadakan Dinas Kebudayaan DIY di Plaza Hotel Tanjungpinang Kepri, Rabu (15/11/2017).

Cagar budaya maupun warisan budaya baik benda maupun takbenda menurut Ashadi cukup unik karena sangat rapuh serta tidak dapat diperbarui. Keberadaannya hanya dapat dilestarikan untuk diwariskan bagi generasi selanjutnya.

"Pariwisata menjadi sektor yang penting terkait dengan pelestarian dan pengembangan CBWB. Potensinya sangat menjanjikan untuk menopang kesejahteraan. Hanya saja kami belum memiliki regulasi seperti Perda, Pergub atau Perwal tentang pelestarian CBWB ini. Kami ingin segera memiliki agar dapat dimanfaatkan menjadi potensi wisata demi kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Sebab itulah pihaknya sangat berterima kasih pada Pemda DIY melalui Travel Heritage 2017 Tanjungpinang ini dapat menginspirasi pelestariaan, pengelolaan dan pemanfataan CBWB. Sebab, di Tanjungpinang banyak potensi yang belum digarap secara maksimal.

Sementara Wakil Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Singgih Raharjo MPd menjelaskan, kegiatan ini sebagai wujud mempromosikan pelestarian CBWB yang sudah dilakukan Pemda DIY. Sekaligus memberikan virus positif membangun kesadaran melestarikan cagar budaya.

"Kami memiliki tiga sektor utama, seperti pariwisata, kebudayaan dan pendidikan tanpa menegasikan bidang lainnya. Untuk membangun wisata, akan lebih baik jika membangun budayanya dulu agar tidak hanya berhenti pada tontonan. Tapi tetap ada tuntunannya," ungkapnya.

Ditambahkan Singgih, Travel Heritage 2017 Tanjungpinang ini dilaksanakan 14-17 November 2017. Selain seminar, juga ada pameran heritage DIY hingga jelajah heritage di sejumlah CBWB di Kota Tanjungpinang. (Feb)

BERITA REKOMENDASI