Pembangunan Infrastruktur Danau Toba Percepat Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi

Editor: Ivan Aditya

TARUTUNG, KRJOGJA.com – Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba terus dipercepat oleh pemerintah. Pemerintah berusaha keras untuk mendukung geliat sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Utara pasca-pandemi covid-19.

Salah satunya dukungan infrastruktur tersebut adalah diselesaikannya pembangunan jalan akses wisata rohani menuju Patung Yesus yang terletak di Puncak Bukit Sibea-bea, Kabupaten Samosir. “Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan atraksi agar wisatawan datang sekali dan akan datang kembali. infrastruktur menjadi prioritas dalam memoles wajah Danau Toba menjadi Bali baru,” kata Kosmas Harefa, Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) saat diskusi via zoom.

Bukit Sibea-bea memiliki kondisi geografis daerah dataran tinggi yang sebelumnya tidak memiliki jalan akses yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Untuk menuju Bukit Sibea-bea dapat ditempuh melalui jalur darat dalam waktu tempuh 2 jam dari Bandara Silangit melewati ruas jalan Tele-Pangururan.

Selain jalan Sibea Bea pemerintah juga menyiapkan 13 dermaga baru di Danau Toba. Pada kesempatan ini Komunitas Media, Asosiasi, Akademisi, Praktisi Pariwisata Nusantara (MAPPNUS) bekerja sama dengan Kementrian Koordinator Maritim dan Investasi ( Kemenko Marves) bekerjasama dengan Bank CIMB Niaga menggelar kegiatan Press Tour “Explore Kebangkitan Pariwisata Berkelanjutan Danau Toba” melihat langsung kesiapan Dermaga Muara Tapanuli Utara yang baru diresmikan Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo berharap dengan beroperasinya pelabuhan akan mendukung kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia dan juga semakin memperlancar konektivitas di kawasan Danau Toba. Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara dibangun dengan mengadopsi arsitektur kearifan lokal di daerah Danau Toba.

Keberadaan pelabuhan ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Danau Toba dan menarik minat wisatawan untuk datang ke Danau Toba dan sekitarnya. Sementara itu Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan mengemukakan, sektor infrastruktur, jalan dan jembatan jadi prioritas utama pembangunan hingga 2023.

Menurutnya, pada tahun 2022 ini target pembangunan jalan di Taput sepanjang 1.350 km. Dan untuk membuka jalan baru sampai 2022 sepanjang 800 km. Dengan rencana perbaikan mencapai 60 persen dan pada tahun 2023 rencananya sudah mencapai 80-90 persen.

Adapun alokasi anggaran perbaikan jalan pada tahun 2020 mencapai Ro 1, 6 triliun, pada tahun 2021 mencapai Rp 1,,4 triliun dan tahun 2022 mencapai Rp 1, 4 triliun. Adapun sumber dana pembangunan ini berasal dari DAK dan dana APBD. “Untuk pembangunan jalan 60 persen sekitar 2022 tahun 2023 itu sudah 80-90 persen,” tegasnya.

Selain itu, prioritas pembangunan juga mencakup optimalisasi produksi, produktivitas nilai tambah pertanian, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita. Serta prioritas lainnya yakni untuk menurunkan angka kemiskinan, peningkatan akses layanan, kualitas pendidikan, peningkatan kesehatan, peningkatan sarana dan prasarana, membuat event kepariwisataan yang terintegrasi dengan industri kreatif dan sektor peningkatan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik.

Untuk itu diharapkan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersinergi dan meningkatkan ekselarasi kerja dengan menciptakan terobosan dan ide-ide kreatif yang inovatif dengan satu harapan kekurangan sumber dana pembangunan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI