Pembangunan Infrastruktur Turunkan Kemiskinan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tantangan infrastruktur yang dihadapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebenarnya adalah mengatasi desparitas kawasan Barat dan Timur Indonesia, meningkatkan daya saing nasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi, serta mengeliminasi urbanisasi. 

"Sepanjang empat tahun membangun infrastruktur nasional, kemiskinan menurun dari 11,1 % pada tahun 2014 menjadi 9,28 % pada tahun 2018 (BPS, 2018)" ungkap Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta Sabtu, (15/92018) Jakarta. Seminar dihadiri oleh lebih dari 400 mahasiswa Pascasarjana Moestopo dari Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

Menteri Basuko menjelaskan Indeks Gini (indikator tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh, angka 0 menunjukkan pemerataan yang sempurna) menunjukkan penurunan dari 0,395 menjadi 0,380. Indeks Daya Saing Global dari ranking 50 menjadi rangking 36. Sasaran pembangunan infrastruktur PUPR adalah konektivitas Nusantara (jalan toll 1.000 km, jalan nasional 2.650 km, jembatan 30 km), ketahanan air dan pangan (65 waduk, 1 juta jaringan irigasi), perumahan (1 juta rumah), infrastruktur permukiman (air minum dan sanitasi layak). 

"Prinsip Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Kementerian PUPR adalah efisiensi biaya, perbaikan ekonomi lokal, pemersatu rakyat, dan ramah-perbaikan kualitas lingkungan."

Rektor Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn mengatakan universitas mengundang Menteri PUPR, Dr. Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc. untuk bertemu para mahasiswa, agar mahasiswa terimbas oleh pengetahuan, dedikasi, dan semangat kebangsaan tokoh unggulan pembangunan nasional ini.
 
Sesuai dengan semangat Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Ikon kebangsaan tertera pada kata “Beragama” pada nama universitas yang bermakna hidup dalam kebinekaan menuju masyarakat bangsa yang bermartabat. Indonesia mulai menunjukkan martabatnya dengan lompatan prestasi peringkat ke-empat Asia di bidang olahraga, yang kemudian akan diikuti lompatan prestasi di bidang kualitas sumberdaya manusia, dan kesejahteraan.(ati)

BERITA REKOMENDASI