Pemerintah Ajak Dokter Diaspora Mengabdi di Tanah Air

Editor: KRjogja/Gus

KRjogja.com – Hari ini digelar rapat koordinasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat antara Kemenkes, Kapuskes TNI, dan Kapusdokes Polri untuk mencermati perkembangan kasus COVID-19. Juga untuk menentukan langkah-langkah antisipasi penambahan kasus harian yang tinggi. Pemerintah menargetkan konversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 sebesar 40%.

Untuk itu, ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membantu peningkatan dan perbaikan fasilitas di rumah sakit demi percepatan program konversi. Strategi pemerintah lainnya adalah dengan mengubah sarana seperti rusun, wisma, asrama haji, dan asrama TNI-Polri untuk menjadi rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat.

Terkait tenaga Kesehatan, lanjut Dedy, Koordinator PPKM Darurat/Menteri Koordinator Bidang Maritim Dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek untuk pelibatan mahasiswa tingkat akhir. “Selain dokter di dalam negeri, dibuka juga kesempatan untuk dokter diaspora
yang ingin mengabdi. Untuk itu bagi warga diaspora di seluruh dunia, Indonesia memanggil bakti dan sumbangsih anda kepada sesama saudara sebangsa kami nantikan,” ujar Dedy saat menyampaikan perkembangan terkini terkait implementasi PPKM Darurat, Minggu (11/7).

Dia menambahkan, Koordinator PPKM Darurat juga memerintahkan penyekatan untuk menekan mobilitas masyarakat harus kuat dan tegas. Karena apabila
mobilitas dapat ditekan maka diperkirakan pada agustus kasus COVID-19 bisa menurun sampai di bawah 10.000 kasus per hari. Pemerintah juga telah
memutuskan agar kartu vaksin menjadi salah satu syarat wajib melakukan mobilitas untuk memastikan perjalanan masyarakat sehat dan aman serta cakupan
vaksinasi menjadi lebih tinggi.

Masih kata Dedy, siang tadi, Indonesia menerima 3 juta lebih vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Vaksin ini sudah disetujui penggunaannya oleh WHO dan Badan
POM. Kebijakan Menteri Kesehatan adalah memberikannya kepada yang paling membutuhkan yakni tenaga kesehatan yang sedang merawat masyarakat yang
sedang berjuang melawan COVID 19. “Meskipun 100 persen tenaga kesehatan sudah menerima dosis lengkap, namun perlindungan tambahan ini membuat mereka akan semakin semangat meningkatkan angka kesembuhan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Dedy, lebih dari 51 juta dosis vaksin COVID-19 sudah diberikan kepada 36,2 juta lebih masyarakat yang menerima dosis pertama dan hampir 15 juta orang yang menerima dosis kedua. “Ikuti program vaksinasi, daftar sekarang juga dan dapatkan hak anda dilindungi dari COVID-19,” kata Dedy.

Dalam kesempatan itu, Dedy juga menyampaikan, Kementerian Agama mengumumkan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi jatuh pada Selasa, 20 juli 2021. Kata Dedy, Surat Edaran Menteri Agama No 17/2021 sudah menetapkan teknis pelaksanaan kurban tahun ini, mohon dipelajari dan dilaksanakan.

“Tetap ibadah di rumah, takbiran di rumah, dan Sholat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing. Pengorbanan kita Insya Allah akan berbuah amal dan
pahala dan menurunkan penularan COVID-19 di Indonesia,” ujarnya.

 

BERITA REKOMENDASI