Pemerintah Desak PBB Tolak Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia meminta seluruh negara terutama negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak rencana aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat oleh Israel. Rencana pencaplokan resmi itu dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli mendatang.

“Pilihan ada di tangan kita, apakah akan berpihak kepada hukum internasional, atau menutup mata dan berpihak di sisi lain yang memperbolehkan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional?” kata Retno.

Menurutnya, aneksasi Israel semakin mengancam masa depan bangsa Palestina, bahkan perdamaian di Timur Tengah. Selain itu, Retno menuturkan membiarkan aneksasi Israel terjadi sama saja memperbolehkan tindakan pencaplokan wilayah oleh suatu negara yang selama ini merupakan bentuk pelanggaran internasional.

“Memperbolehkan aneksasi artinya membuat preseden dimana penguasaan wilayah dengan cara aneksasi adalah perbuatan legal dalam hukum internasional. Seluruh pihak harus menolak secara tegas di seluruh forum internasional baik melalui pernyataan maupun tindakan nyata bahwa aneksasi adalah illegal,” ujar Retno.

Retno menuturkan rencana aneksasi Israel merupakan ujian kredibilitas dan legitimasi DK PBB di mata dunia internasional. Menurutnya, penting bagi badan PBB ini untuk cepat ambil langkah yang sejalan dengan Piagam PBB. (*)

BERITA REKOMENDASI