Pemerintah Diharap Tak Gegabah Eksekusi Pemindahan Ibukota

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi mengingatkan pemerintah untuk tidak gegabah dalam mengeksekusi pemindahan ibu kota baru. Dirinya menilai skema yang dipilih nantinya harus mewakili asas perekonomian yang benar.

Dia mengatakan dampak perekonomian harus menjadi faktor utama yang diperhatikan dalam penentuan skema tersebut. Menurutnya pihak investor harus untung secara ekonomi dari investasi yang dilakukan sebab jika bukan itu yang diincar, ia mencurigai akan ada motif politik.

"Apa yang ingin mereka dapatkan? Karena keuntungan tangiable itu kecil sekali, makanya tentunya yang mereka harapkan ya intangible seperti informasi intelijen," katanya.

Dalam perhitungan yang dilakukannya, pemindahan ibu kota negara hanya akan menyumbang 0,1 hingga 0,2 persen dari proporsi perekonomian nasional. Fithra menilai tak banyak return atau pengembalian investasi yang didapatkan dari investasi di ibu kota baru di daerah yang menurutnya memang sepi tersebut.

Di kesempatan yang sama, dirinya mengatakan skema pembiayaan yang diharapkan pemerintah saat ini memang dari luar. Pasalnya, bila dilihat dari skala dan profit investasi tak menarik minat investor dalam negeri.

"Asing kalau diundang bangun pusat ekonomi dan bisnis, saya setuju, kalau potensi profit kecil swasta pasti pikir tiga kali. Jangan sampai negara yang mampu seperti China dan Timur Tengah maunya mengakses informasi intelijen negara," tuturnya. (*)

BERITA REKOMENDASI