Pemerintah identifikasi lebih dari 1.600 klaster penularan virus Corona

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah telah mengidentifikasi lebih dari 1.600 klaster penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Demikian Juru bicara dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Covid-19, Reisa Broto Asmoro ,dalam dialog ‘Tata Laksana Vaksinasi di Indonesia’ dalam Youtube FMB9ID_IKP, Senin (23/11

“Pelacakan dilakukan secara agresif mulai dari tingkat kecamatan, daerah dengan populasi besar atau daerah yang terjadi kerumunan dengan jumlah massa besar ”  kata Reisa .

Namun Reisa merinci jenis-jenis klaster Covid-19 yang telah teridentifikasi oleh pemerintah tersebut. Ia hanya mengatakan beberapa klaster Covid-19 muncul belum lama ini.

“Sayangnya beberapa (klaster) justru terjadi baru-baru ini, meskipun pesan 3 M itu sudah dipatuhi mayoritas masyarakat Indonesia, tapi masih ada segelintir orang yang kurang melindungi diri mereka sendiri dan sekitarnya dari risiko Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reisa mengatakan pemerintah melalui Kemenkes dan Satgas Covid-19 telah menerjunkan lebih dari 5 ribu petugas pelacak kontak di 10 provinsi prioritas.

Provinsi tersebut mulai dari Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

“Satgas menyerukan bagi mereka yang berada di risiko tinggi, bersedia diperiksa atau melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Belum lama ini, muncul klaster baru Covid-19 di DKI Jakarta. Klaster tersebut berasal kegiatan yang dibuat dan dihadiri pemimpin FPI Rizieq Shihab yang mengakibatkan kerumunan warga hingga memadati wilayah Petamburan dan Tebet.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza mengatakan pihaknya akan melakukan pelacakan kontak menyusul kabar 80 orang terkonfirmasi positif Covid-19 usai mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.

Hingga hari ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 500 ribu lebih orang. Dari jumlah itu, sebanyak 422.386 orang dinyatakan sembuh dan 16.002 orang lainnya meninggal dunia.(ati)

BERITA REKOMENDASI