Pemerintah Keluarkan Aturan Berkurban Saat Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah berupaya melakukan penyesuaian tentang pelaksanaan kurban pada Idul Adha 1441 H mengingat Indonesia masih berada dalam situasi pandemi Covid-19. Sehubungan hal itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Non-alam tersebut.

Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, SE ini sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban dengan penyesuaian penerapan normal baru di tengah pandemi. “Melalui SE itu berharap pelaksanaan kegiatan kurban di tengah pandemi tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran Covid-19,” katanya di Jakarta, Jumat (12/6).

Mengenai langkah-langkah pencegahan potensi penularan virus ini, menurutnya, di tempat penjualan dan pemotongan kurban perlu diperhatikan, seperti menjaga jarak saat interaksi kegiatan kurban dan menghindari perpindahan orang antarwilayah pada saat kegiatan kurban.

Selain itu, lanjut Ketut, masyarakat juga harus memperhatikan status wilayah tempat kegiatan kurban serta edukasi soal bahaya virus Korona dan bagaimana cara penularannya. Sementara Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan Syamsul Ma’arif menyebutkan, surat ini akan memberikan rekomendasi kepada kegiatan penjualan dan pemotongan hewan kurban.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan penjualan hewan kurban harus memenuhi syarat, seperti jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal dan kebersihan tempat serta pemeriksaan kesehatan. Begitu pula dalam penjualan hewan kurban, ujar Syamsul, harus dilakukan di tempat yang telah mendapat izin dari kepala daerah setempat.

BERITA REKOMENDASI