Pemerintah Keluarkan Aturan Berkurban Saat Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

“Penjualan hewan kurban juga harus melibatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau organisasi dan lembaga amil zakat lainnya,” kata Syamsul.

Ia berharap organisasi dan lembaga amil zakat ini bisa membantu pengaturan tata cara penjualan hewan kurban yang meliputi pembatasan waktu, layout tempat penjualan dan penempatan fasilitas alat kebersihan. Selain itu, penjual hewan kurban juga harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) minimal berupa masker, lengan panjang dan sarung tangan sekali pakai selama di tempat penjualan.

Setiap orang yang masuk ke tempat penjualan, menurutnya, harus mencuci tangan lebih dulu menggunakan sabun atau hand sanitizer. Begitu pula bagi penjual yang berasal dari luar wilayah, harus dalam kondisi sehat dengan melampirkan surat keterangan sehat dari Puskesmas atau rumah sakit.

Syamsul menegaskan, setiap orang diimbau untuk menghindari jabat tangan atau bersentuhan langsung selama kegiatan kurban. “Dan setiap orang yang berkegiatan kurban diharuskan membawa dan menggunakan barang pribadi seperti perlengkapan salat dan perlengkapan makan sendiri,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI