Pemerintah Pangkas Ekspor Karet 98 Ribu Ton

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Indonesia bakal membatasi ekspor karet sebesar 98 ribu ton selama empat bulan terhitung mulai 1 April 2019. Kebijakan itu merupakan bagian dari kesepakatan Konsul Karet Tripartit Internasional (ITRC) untuk mendongkrak harga karet di pasaran. ITRC beranggotakan tiga negara produsen karet yaitu Indonesia, Thailand dan Malaysia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan ITRC telah menyepakati skema pengaturan ekspor (Agreed Export Tonnage Scheme/AETS) melalui pemangkasan ekspor karet sebesar 240 ribu ton. Keputusan ini diambil dalam Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting) ITRC di Thailand pada 4 Maret 2019 lalu.

"Hasil pertemuan ITRC sudah disepakati bahwa, AETS-nya 240 ribu ton berlaku efektif mulai 1 April, tetapi Thailand minta berlakunya setelah kabinet terbaru karena (Thailand) mau pemilu 24 Maret 2019," ujar Darmin.

Darmin mengungkapkan Thailand selaku produsen karet terbesar di dunia akan memangkas ekspornya sebesar 120 ribu ton. Sementara, sekitar 22 ribu ton sisanya bakal dilakukan oleh Malaysia.

Dalam wawancara terpisah, Darmin mengungkapkan pemangkasan ekspor merupakan solusi jangka pendek untuk mengerek harga karet. Saat ini, harga karet masih berada di bawah level fundamentalnya sejak tahun lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI