Pemerintah Realisasikan 1233 KM Jalan Tol

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah telah merealisasikan pembangunan jalan Tol sepanjang 1.233 km selama periode 2015 hingga akhir tahun 2019. Atau lebih rendah dibandingkan target Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) sepanjang 1.852 km.

"Namun hingga 5 tahun mendatang, ditargetkan pembangunan jalan Tol mencapai 4.500-5.000km," kata Menteri PUPR  Mochamad Basoeki Hadimuljono, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan, Eko D. Heripoerwanto dalam seminar "Investasi Infrastruktur Jalan Tol" di Jakarta, Jumat (13/12).

Ia mengungkapkan, proyek pembangunan Jalan Tol untuk proses lelang tahun 2019 meliputi 3 ruas. Yakni Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, Yogyakarta-Bawen dan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap.

Panjang Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA 93,14 km dengan nilai investasi Rp 28,58 T, sedang Tol Yogyakarta-Bawen dengan jarak 76,36 km investasinya mencapai Rp 17,38 T. Sementara untuk Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 206,65 km membutuhkan investasi sebesar 57,6 T.

Adapun persiapan proses lelang tahun 2020 adalah Jalan Tol Mamminasata yang menghubungkan 3 (tiga) kabupaten di kawasan Metropolitan Mamminasata, yakni Maros, Gowa dan Takalar. Panjang tol mencapai 48,12 km dengan nilai investasi Rp 9,41 T.

Menteri PUPR memaparkan, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang telah turut membangun jalan tol sebanyak 75 ruas sepanjang 3.996 km. dengan investasi sebesar Rp 556 T, terdiri dari non-BUMN sebesar  Rp 104 T. dengan panjang 565km. Sementara BUMN mendanai Rp 452 T. untuk pembangunan Jalan Tol sepanjang 3.432 km.

Dalam pada itu, Corporate Finance  PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Eka Setya Ardianto menyatakan, pihaknya hingga saat ini telah memiliki 13 konsesi ruas tol yang sudah "mature" dan memiliki kas yang cukup kuat.

"Ini untuk mendukung pembangunan 20 ruas tol baru pada level anak perusahaan dengan menerbitkan beberapa produk alternatif pendanaan. 20 ruas Tol tersebut panjangnya mencapai 1.041 km. dengan total investasi sebesar Rp 152,7 T," ungkap Eka. (Ogi)

BERITA REKOMENDASI