Pemerintah Siapkan Rumah Sakit Untuk Mengisolasi WNI Setelah Dievakuasi ke Indonesia

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan kunci utama menangkal virus corona jenis baru adalah gaya hidup sehat, sehingga imunitas tubuh terjaga. Oleh karena itu menjadi penting untuk menjaga pola makan, gaya hidup, dan istirahat yang cukup.

“Kalau kita itu imunitasnya baik, maka virus itu kan lawannya hanya imunitas tubuh, bukan vaksinasi bukan apa, tapi imunitas tubuh,” demikian Menkes Terawan Agus Putranto di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Sebaiknya masyarakat menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum. Selain itu menghindari terlalu banyak bekerja lembur untuk menghindari imunitas turun sembari olahraga secara teratur. “Jadi semuanya harus terukur, jaga imunitas kita untuk siap-siap melawan virus,” tambah Menkes.

Terkait antisipasi penanganan penularan virus corona, Kemenkes telah menyiapkan 21 kapsul evakuasi yang tersebar di 19 daerah. Kapsul evakuasi tersebut ditempatkan di pintu masuk yang memiliki kecenderungan tinggi pendatang dari China sampai di Indonesia. Kapsul evakuasi akan digunakan untuk membawa terduga pasien menuju rumah sakit.

Menkes menyebutkan tidak ada pasien yang positif terjangkit corona. Namun sejumlah pasien di beberapa daerah tengah diperiksa, hasil pemeriksaan akan dibeberkan kepada publik.

Mengenai posisi pasien-pasien tersebut tersebar di beberapa daerah seperti Bandung, Cirebon, Jambi, dan Manado. “Staf-staf saya sudah mendatangi semua. Di Manado juga masih dirawat, nunggu satu-dua hari kalau hasilnya keluar maka diputuskan,” ujar Terawan.

Adapun di Jakarta, Menkes menyebut 3 rumah sakit yakni RS Sulianti Saroso, RSPAD, dan RS Persahabatan yang memiliki fasilitas mencukupi untuk megantisipasi pasien terduga terinfeksi virus corona.

Ketiga rumah sakit itu memiliki chamber ketahanan negatif, ICU ketahanan negatif, dan punya gedung-gedung isolasi, satu di antaranya dapat menampung hingga 200 orang.

Mengenai penanganan warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Wuhan, tempat asal Novel Coronavirus, menjadi tanggung jawab otoritas kesehatan setempat.

Untuk itu, menurutnya, Kementerian Kesehatan bisa mengambil langkah-langkah penanganan kesehatan ketika para WNI itu sudah pulang ke tanah air.

"Kemenkes tunggu sampai (kembali) Indonesia, kalau di luar Indonesia bukan wilayah Menkes Indonesia, tapi Menkes Wuhan," ujar Menkes .

Kemenkes akan menyiapkan langkah-langkah dan fasilitas rumah sakit jika memang para WNI telah dievakuasi ke Indonesia.

"Kalau sudah sampai di sini kita akan memepersipakan semua langkah-langkahnya, di rumah sakit mana untuk mengisolasinya, mua sejumlah 243 orang itu," tuturnya.

Dia menyebut para WNI di Wuhan dalam keadaan baik.

"Sebanyak 243 itu dalam keadaan sehat sampai detik ini, padahal dia berada di tengah-tengah virus ini, artinya apa? Saya ulang lagi, yaitu imunitas tubuh! Kalau kita imunnya baik, kita jaga kesehatan, virus gak ada apa-apanya," jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri membuka opsi evakuasi warga negara Indonesia yang terjebak di Tiongkok akibat wabah virus 2019-nCoV atau virus korona.

"Karena Tiongkok menutup wilayah, opsi evakuasi perlu pembahasan dengan pihak Tiongkok dan tidak bisa langsung dilakukan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Kemenlu RI juga telah menghubungi otoritas negara lain yang tengah menyiapkan evakuasi.

"Kita juga bandingkan dengan negara lain yang memiliki warga negara di Wuhan. Kemarin saya bicara dengan Menlu Australia yang juga sedang menyiapkan," ucap Retno.(Ati)

BERITA REKOMENDASI