Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Soal Impor Ayam

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah Indonesia menerbitkan aturan baru untuk memperbarui ketentuan impor ayam dan produk ayam. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan putusan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/ WTO).

Beleid berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 29 tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Produk Hewan yang dalam perkembangannya telah memperluas cakupan impor ayam termasuk potongan ayam (sayap, paha, dada).

Perubahan ini mengikuti putusan panel sengketa DS 484 Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO pada 22 November 2017. Hal itu terkait gugatan Brasil atas ketentuan dan prosedur impor ayam yang diberlakukan Indonesia.

Menteri Perdagangan Engartiasto Lukita menegaskan penyesuaian peraturan tidak berarti memberi preferensi perdagangan untuk ayam dan produk ayam dari Brasil.

"Meskipun WTO memutuskan Indonesia melakukan pelanggaran, tidak serta merta impor ayam dan produk ayam dari Brasil akan langsung terlaksana karena kasus sengketa DS 484 tengah memasuki tahap pemeriksaan oleh panel kepatuhan (compliance panel) WTO yang memakan waktu berbulan-bulan," ungkap Enggartiasto.

Menurut Enggartiasto, penyesuaian aturan dilakukan dengan mengharmonisasikan kepentingan nasional, kesehatan masyarakat, serta aturan yang disepakati oleh Indonesia di WTO. Kebijakan yang ditetapkan Indonesia bertujuan menjamin masyarakat Indonesia mendapat produk yang aman, sehat, dan halal. (*)

BERITA REKOMENDASI