Pemerintah Tunggu Tandatangan Ba’asyir

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah meminta terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir segera menandatangani surat ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk bisa mendapatkan pembebasan bersyarat. Hal itu dinilai sebagai timbal balik kepada negara.

Nasib pembebasan Ba'asyir saat ini bergantung pada kesediaan dia menandatangani ikrar setia kepada pancasila yang sudah disodorkan pemerintah di atas secarik kertas.

"Teken saja suratnya, kan ini, teken saja, diteken saja surat pernyataannya. Tergantung beliau [Ba'asyir]," kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H Laoly.

Yasonna mengatakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham sudah menyerahkan sejumlah dokumen agar dipenuhi Ba'asyir. Namun, kata Yasonna, Ba'asyir belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk mendapatkan pembebasan bersyarat, salah satunya terkait ikrar setia pada NKRI.

Pihaknya tak bisa mengeluarkan keputusan bebas bersyarat jika mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu tak bisa memenuhi syarat itu. "Ya sudah, kalau memang belum kan kita tidak bisa melakukan apa-apa," ujarnya.

Politikus PDIP itu menyatakan bahwa keputusan saat ini ada di tangan Ba'asyir untuk membuat surat ikrar pada NKRI. Yasonna meminta Ba'asyir maupun kuasa hukumnya tak ngotot agar memintapembebasan bersyarat tanpa ikrar kesetiaan itu. (*)

BERITA REKOMENDASI