Pemerintah Uji Validasi Produksi Rapid Test

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Saat ini, pemerintah tengah melakukan uji validasi dan registrasi produksi rapid test di Kementerian Kesehatan yang diharapkan rampung akhir Mei. Pemerintah menargetkan dapat memproduksi rapid test lokal untuk virus corona sebanyak 50 ribu hingga 100 ribu unit per bulan.

“Ditargetkan rapid test berbasis peptida sintesis ini bisa diproduksi 50 ribu sampai 100 ribu unit. Kapasitas industri rapid test kita bisa 100 ribu unit per bulan,” ujar Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Selain produksi rapid test yang tengah divalidasi, kata Bambang, terdapat tiga jenis rapid test lainnya yang tengah dikembangkan untuk kepentingan medis.

Sementara untuk test kit melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR), pihaknya menargetkan dapat memproduksi 50 ribu test kit PCR pada akhir Mei ini. Target produksi tes menggunakan PCR ini telah disampaikan Bambang dalam rapat bersama DPR pekan lalu.

Selain produksi alat tes, lanjut Bambang, sejumlah peneliti juga tengah mengerjakan produksi ventilator lokal. Saat ini ada empat ventilator rancangan ITB, UI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan pihak swasta yang menjalani uji klinis. (*)

BERITA REKOMENDASI