Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Beras Jelang Natal

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah mengaku bakal mewaspadai kenaikan harga beras di 18 provinsi menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Provinsi-provinsi tersebut merupakan wilayah-wilayah yang kerap mengalami kenaikan permintaan beras yang signifikan menjelang akhir tahun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita merinci, beberapa provinsi tersebut, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Selain itu, wilayah Indonesia timur seperti Papua, Papua Barat, Maluku, dan Sulawesi Utara juga tak luput dari pantauan.

"Biasanya, tahun ke tahun mereka yang berlibur dan merayakan Natal, kecenderungan demand-nya meningkat," ujar Enggar.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa harga beras di beberapa lokasi sudah mengalami kenaikan menjelang Natal dan tahun baru. Oleh karenanya, ia meminta Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk melakukan operasi pasar lebih intensif.

Darmin menyebut kenaikan harga ini sebenarnya masih dalam batas yang bisa diantisipasi. Namun, ada potensi ongkos logistik juga akan meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru. "Tidak ada masalah yang serius mengenai beras," terang dia.

Darmin pun mengaku telah meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi agar mengawasi kenaikan tarif ongkos logistik. Selain itu, ia juga berharap ongkos logistik beras jangan membebani Harga Pokok Pembelian (HPP) beras yang diserap oleh Bulog. (*)

BERITA REKOMENDASI