Pemilu untuk Kemajuan Bangsa, Bukan Sebaliknya!

JAKARTA, KRJOGJA.com – Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia menggelar diskusi kebangsaan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di Hotel Treval, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019). Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh agama dan budayawan negeri ini.

Antara lain, mantan Ketua MK, Mahfud MD, dan beberapa tokoh agama diantaranya HS Delon, Jend Pol (Purn) Suroyo Bimantoro, Erros Djarot, Putu Setia, Romo Frans Magnus Susesno, Jaya Suprana, Romo Beny Susetyo, Pendeta Martin L Sinaga, Uung Sendana, Kyai Syarif.

Dalam kesempatan itu, anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Romo Benny Susetyo menyoroti situasi jelang pemungutan suara. Menurutnya situasi saat ini cenderung panas karena adanya berita-berita hoaks yang beredar.

Ia meminta untuk para pelaku penyebar hoaks untuk menghentikan aksinya itu, sebab menurut dia Indonesia sejak dulu masyarakatnya sudah biasa berbeda namun tetap rukun.

“Kita sudah biasa berbeda. Pancasila jadi rumah kita bersama tempat kita bermain. Rumah yang harus kita rawat,” ucapnya, Minggu (24/3/2019) malam.

Sementara itu, Perwakilan Komunitas Konghucu, Uung Sendana mengatakan Pemilu harusnya membuat suasana menjadi semangat untuk mewujudkan bangsa dan negara lebih baik lagi bukan malah sebaliknya. Menurutnya, beda pilihan itu hal yang wajar, tak perlu saling menjatuhkan disaat beda pilihan.

“Ini negara kita kok milih pemimpin kok terbelah. Orang tak lagi bisa melihat kebaikan padahal kita sama-sama anak bangsa Indonesia yang semestinya pada hakekatnya mencapai apa pendirian negara kita pada UUD Republik Indonesia,” ucap Uung.

“Pemilu itu menjaga semangat pendiri bangsa terus kita jaga dan kita wujudkan dalam berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.(*)

BERITA REKOMENDASI