Pemindahan Ibu Kota Berdampak Positif Bagi Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

 

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa akan berdampak positif bagi ekonomi nasional.

Setidaknya, hitung-hitungan Bambang melansir pemindahan ibu kota menyumbang 0,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Secara nilai, apabila PDB RI saat ini sebesar Rp15 ribu triliun, maka pemindahan ibu kota bisa menyumbang Rp15 triliun. 

"Dan, 0,1 persen ini, meski kecil jelas bukan angka yang kecil. Karena PDB kita sekarang mencapai Rp15 ribu triliun. Jadi, 0,1 persen itu dampak langsungnya mungkin Rp15 triliun," ujarnya. 

Potensi pertumbuhan ekonomi dari pemindahan ibu kota berasal dari penciptaan penggunaan sumber daya potensial yang selama ini belum termanfaatkan. 

Pemindahan ibu kota juga diyakini mampu mengerek price of capital dan price of labour. Dua faktor ini diperkirakan dapat memperkecil ketimpangan, karena menciptakan diversifikasi ekonomi ke arah sektor padat karya.

Tak hanya itu, Bappenas menyebut pemindahan ibu kota juga dapat memberikan efek ganda (multiplier effect) pada perekonomian. Proyeksi ini didasarkan studi pemindahan ibu kota Brasil dari Rio de Janeiro ke Brasilia. (*)

BERITA REKOMENDASI