Pemkot Surabaya Bagi Tips Turunkan Level PPKM, Denda Warga Bandel hingga Perintahkan ASN Turun ke Kecamatan

Editor: Agus Sigit

Di sisi lain, peran serta warga Surabaya untuk saling bantu dengan kesadaran penuh agar pandemi lekas usai menjadi kunci suksesnya penanganan. Yusuf menjelaskan bahwa berbagai elemen turun membantu baik dari segi materi maupun tenaga.

“Nakes di Puskesmas bekerja 24 jam, lalu relawan juga datang dari berbagai elemen. Ada yang supir, ada nakes, komunitas, ormas, partai, pribadi. Semua berkolaborasi. Setiap Senin-Selasa bahkan kita bagikan beras bagi warga terdampak, yang sumbernya dari berbagai pihak. Ini mungkin yang akhirnya membuat Surabaya cepat bergerak, ditambah vaksinasi yang juga terus dilakukan. Dosis 1 di Surabaya sudah 100 persen, kita kejar dosis dua dan Bangkalan sebagai salah satu aglomerasi,” ungkapnya lagi.

Sementara, Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi, menilai ada beberapa hal yang bisa diterapkan di DIY untuk mempercepat penanganan Covid-19. Terlebih Suwardi melihat kawasan aglomerasi Surabaya mirip dengan DIY juga anggaran DIY dengan Kota Surabaya yang sebenarnya tidak berbeda jauh.

“Misalnya kita baru punya satu RS Lapangan, Kota Surabaya punya dua. Lalu warga yang kedapatan tidak pakai masker langsung diswab, kalau positif langsung dibawa ke isoter. Ini ketegasan yang seharusnya bisa kita lakukan, mau tidak mau agar kasus bisa dikendalikan. Kita antisipasi, ketika nanti misalnya terjadi gelombang berikutnya meski tentu kita harapkan tidak pernah terjadi,” tegasnya. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI