Penanganan Stunting di Indonesia Potensial Dilakukan dengan Melibatkan Lembaga Pendidikan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Salah satu kerjasama yang potensial dalam penanganan stunting di Indonesia salah satunya dengan melibatkan lembaga pendidikan. Demikian diungkapkan Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo saat Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting di Auditorium BKKBN Jakarta, Selasa (5/10/2021).

“Perbaikan generasi kualitas generasi mendatang itu bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab semua tipe elemen bangsa ini. Mahasiswa 25 tahun 30 tahun lagi yang bakal menentukan arah kemana Indonesia dikembangkan, akan di hidup suburkan, akan dilestarikan untuk generasi-generasi berikutnya. Makanya penting ini juga menjadi bagian dari masa depan kita semoga apa yang sudah di launching bisa kita follow up terutama untuk bagaimana kita ikut serta menjadi bagian dari beda bangsa yang menjadi kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Hasto.

Perguruan tinggi misalnya dengan menempatkan para mahasiswa melakukan aktualisasi keilmuannya di masyarakat. Oleh karena itu, tercetuslah Program Mahasiswa Peduli Stunting (Mahasiswa Penting).

“Pada prinsipnya, Mahasiswa Penting adalah kolaborasi antara program pendampingan kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik yang telah secara reguler dilaksanakan, dengan Program Kampus Merdeka. Program Kampus Merdeka adalah kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai keilmuan untuk memasuki dunia kerja. Mahasiswa diberikan keleluasaan untuk mengikuti Program Kampus Merdeka sesuai dengan peminatan masing-masing. Lingkup kegiatan dalam Program Kampus Merdeka sangat relevan untuk dapat diterapkan dan diintegrasikan dengan program penurunan stunting, seperti diantaranya adalah kegiatan magang, membangun desa, studi independen, kewirausahaan dan lainnya,” terang Hasto.

BERITA REKOMENDASI