Pendapatan Cukai Baru 79 Persen dari Target

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyatakan penerimaan bea dan cukai baru mencapai Rp165,46 triliun per 12 November kemarin. Penerimaan tersebut baru mencapai 79,24 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang Rp208,8 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengungkapkan capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 78,11 persen dari target. Namun demikian, pertumbuhannya realisasi penerimaan tersebut hanya 9,13 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan tahun lalu yang masih bisa sebesar 14,68 persen.

"Secara keseluruhan, capaian penerimaan kami tumbuh 9,13 persen dan mayoritas didorong penerimaan cukai," katanya.

Secara rinci, perolehan cukai tercatat sebesar Rp131,06 triliun. Raupan cukai tersebut baru mencapai 79,19 persen dari target Rp165,5 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu yakni 72,3 persen.

Pertumbuhan penerimaan cukai sebesar 16,65 persen (yoy) atau lebih tinggi dari tahun lalu 12,39 persen.  Penerimaan cukai berasal dari hasil tembakau (CHT) senilai Rp125,02 miliar, Etil Alkohol (EA) Rp106,53 miliar, minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) Rp5,85 miliar, denda administrasi cukai Rp59,02 miliar, dan cukai lainnya Rp14,72 miliar.

Kemudian, bea masuk menyumbang Rp31,41 triliun atau 80,76 persen dari target Rp38,9 triliun. Capaian bea masuk lebih rendah dari tahun lalu sebesar 93,47 persen. Sementara pertumbuhan penerimaan bea masuk terpantau minus 5,85 persen (yoy) dibandingkan tahun lalu yakni 15,22 persen. (*)

BERITA REKOMENDASI