Penerapan Penjualan Rokok Dinilai Tak Sesuai UU

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai penerapan penjualan rokok tidak berjalan sesuai UU. Dalam hal ini tidak ada pembatasan masyarakat untuk membeli sebungkus rokok.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menyebut negara-negara di Eropa bahkan sudah memberlakukan pembatasan prostitusi. Karena hal itu kata Tulus, para pekerja seks dikenakan cukai agar bisa legal dengan harga yang mahal. "Di Eropa saja prostitusi kena cukai, artinya legal, tapi tidak normal," ujar Tulus.

Pihak YLKI pun ingin mengusulkan pembatasan tak hanya di rokok saja, tetapi juga di sepeda motor dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Tulus menjelaskan alasan kedua barang komoditas tersebut dinilai layak dikenakan cukai karena bahan bakunya berasal dari impor. (*)

BERITA REKOMENDASI