Penerimaan Pajak Diprediksi Turun Rp 388,5 T

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani memprediksi penerimaan perpajakan akan turun (shortfall) sebesar Rp 388,5 triliun di tengah pandemi virus corona. Hitung-hitungannya, penerimaan pajak hanya sebesar Rp1.254 triliun atau jauh lebih rendah dari target APBN 2020, yakni Rp1.642 triliun.

“Ini tumbuh negatif 5,9 persen terjadi shortfall Rp388,5 triliun. Ini kami sudah hitung cukup detail,” ujarnya.

Ia menjelaskan penurunan tersebut disebabkan terganggunya aktivitas ekonomi akibat pandemi corona. Di sisi lain, pemerintah harus memberikan insentif perpajakan guna menanggulangi dampak tersebut. Imbasnya, shortfall pajak pun makin dalam.

Insentif perpajakan, lanjut dia, antara lain pemangkasan tarif Pajak Penghasilan (PPh) menjadi 22 persen yang berlaku pada periode pajak April 2020 dengan batas setor 15 Mei 2020.

“Itu menurunkan penerimaan Rp20 triliun, tapi membantu korporasi,” jelas Ani.

Tak hanya perpajakan, penerimaan bea dan cukai juga diprediksi meleset sebesar Rp14,6 triliun dari target Rp223,1 triliun menjadi Rp201,5 triliun. Penerimaan bea dan cukai tersebut minus 2,3 persen.

“Ini memperhitungkan stimulus pembebasan bea masuk untuk 19 industri,” ucapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI