Pengaruh Pilpres Amerika, IHSG Melorot

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA (KRjogja.com) – Pasar modal dalam negeri sangat reaktif menanggapi perkembangan Pemilu Presiden Amerika Serikat. Namun, volatilitas pergerakan di pasar modal itu dinilai hanya berpengaruh sesaat.

Dalam perhitungan cepat, semula Hillary Clinton menang sehingga saat pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat hijau dan menyentuh level 5492. Akan tetapi, kemenangan berbalik untuk kubu Donald Trump, pelaku pasar pun melakukan aksi jual sehingga IHSG terus melorot di zona merah pada level 5.348 hingga pukul 13.45.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengakui, pilpres AS berpengaruh terhadap pasar modal, tetapi efeknya hanya sesaat. "Pengaruh psikologisnya hanya sebentar,” katanya, Rabu (09/11/2016).

Menurut dia, pelaku pasar cenderung berharap kepada sosok Hillary Clinton. Apabila Donald Trump menang, pelaku pasar sedikit kehilangan kepercayaan sehingga pasar modal bergerak negatif. “Katanya kalau Trump menang, akan ada sedikit kehilangan ‘trust’ sebab tadi kan sempat 5492,” kata Tito.

Kendati pelaku pasar Wall Street lebih cenderung kepada Partai Republik yang menaungi Trump, pelaku pasar khawatir dengan tata kelola ekonomi jika dia memimpin pemerintahan. Bahkan, pelaku pasar di AS akan lebih bereaksi setelah presiden terpilih memilih anggota kabinetnya, misalnya Menteri Keuangan dan Menteri Pertahanan.

Apabila Hillary Clinton memenangi Pilpres AS, menurut dia, IHSG akan menyentuh level 5.500. Secara psikologis, pelaku pasar lebih percaya kepada Hillary untuk memerintah AS. (*)

BERITA REKOMENDASI