Pengelolaan Slot Time Dilakukan Dengan Transparan

JAKARTA.KRJOGJA.com – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau dikenal dengan AirNav Indonesia menyatakan, pengelolaan waktu terbang (slot time) dilakukan secara online melalui sistem aplikasi Chronos dengan mengedepankan transparansi. Sistem Chronos adalah sistem aplikasi real slot ya g dibuat oleh AirNav Indonesia dan telah terkoneksi dengan sistem Flight Approval (izin rute) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub.

“Sistem Chronos sudah kami luncurkan sejak 2015 dan seluruh maskapai memiliki akses langsung untuk mengajukan slot, merubah slot hingga membatalkan slot. Ini semua online, real time serta transparan," kata Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K. S. Radityo di Jakarta, Jumat (15/12/2017). 

Dengan sistem Chronos, setiap maskapai secara bersamaan bisa melihat dan mengakses pada tampilan yang sama sehingga setiap upaya kecurangan, jika ada, akan terlihat oleh lainnya. :Ini merupakan komitmen AirNav untuk transparan dalam pengaturan Slot dan meningkatkan layanan kepada seluruh pengguna jasa," ujar Didiet.

Didiet menjelaskan, untuk penerbangan reguler, maskapai telah mendapat izin terbang dan slot dari Direktorat Angkutan Udara Kemenhub berdasarkan periode terbang, baik winter maupun summer. Namun, jadwal penerbangan tidak selalu tepat waktu dikarenakan berbagai macam faktor, seperti kendala cuaca, alasan operasional hingga force majure. 

Kondisi tersebut membuat maskapai harus melakukan penyesuaian slot. Di sinilah maskapai menggunakan Chronos untuk melihat di jam manakah mereka bisa masuk. Maskapai akan mengecek bandara asal dan bandara tujuan, apakah kapasitasnya masih tersedia. 

Mengenai permintaan ekstra flight, Didiet menjelaskan, setiap maskapai harus mendapatkan flight approval (FA) dari Direktorat Angkutan Udara dengan memperhatikan kapasitas bandara. “Maskapai ke AirNav untuk mengetahui kapasitas runway bandara tersebut apakah memadai. Lalu maskapai juga harus minta izin ke bandara asal maupun tujuan untuk mengetahui kapasitas apron, parking stand hingga kapasitas terminal. 

Kalau semua sudah klop, mereka mengajukan ke Direktorat Angkutan Udara. "Setelah disetujui, maka Flight Approval-nya terbit dan saat dia masuk ke Chronos, FA nya sudah akan ada di sana karena telah terintegrasi,” jelas Didiet.

Didiet menambahkan, persetujuan slot time pasti memperhatikan Notice of Airport Capacity (NAC) dari bandara asal maupun tujuan. “Pada sisi AirNav adalah kami memastikan penerbangan dapat dilayani sesuai dengan kapasitas runway,” ujarnya. (Imd).

BERITA REKOMENDASI