Pengendalian LHKPN Jadi Penghargaan KPK untuk Kemenag

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Agama mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2017. Ada dua penghargaan yang diperoleh Kemenag, yaitu Lembaga dengan Tingkat Kepatuhan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) Terbaik dan Lembaga dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik 2017.

Dua penghargaan itu masing-masing diberikan Pimpinan KPK Basaria Panjaitan dan Saut Situmorang kepada Sekjen Kemenag Nur Syam di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan bersamaan dengan Pameran Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2017 di Jakarta. Hakordia yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini berlangsung dua hari, 11-12 Desember 2017.

“Ini merupakan kado akhir tahun yang sangat baik bagi Kemenag di tengah masih semerbaknya masalah korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang dihadapi Bangsa Indonesia,” kata Nur Syam dalam keterangannya, Selasa (12/12/2017) malam.

Menurut Nur Syam, Kemenag akan terus memperkuat pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag tentang pentingnya kepatuhan dalam LHKPN. Nantinya, hal itu tidak hanya untuk eselon I dan II, tapi juga III dan IV, serta para pelaksana strategis.

“Penghargaan KPK ini juga sekaligus sebagai bukti bahwa Kemenag itu semakin bersih dan berhasil mengelola pengendalian gratifikasi. Itu menjelaskan kepada publik bahwa Kemenag sudah sangat berbeda. Kemenag sangat peduli terhadap kepatuhan LHKPN dan pengendalian gratifikasi,” terang dia.

Selain dua apresiasi institusional, kata Nur Syam, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menerima penghargaan pribadi sebagai pelapor gratifikasi dengan nilai terbesar yang ditetapkan menjadi milik Negara. Menurut Nur Syam, hanya ada tiga orang yang mendapat penghargaan ini, yaitu: Presiden, Wapres, dan Menag Lukman Hakim Saifuddin.

“Ini harus kita syukuri karena merupakan bentuk keteladanan bagi kita semua untuk terus memperkuat integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan,” tuturnya.(*)

KPK

BERITA REKOMENDASI