Penghapusan UN Perlu Kajian

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Wakil Presiden Ma'ruf Amin tak mempermasalahkan rencana penghapusan ujian nasional (UN) oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mulai 2021. Namun menurutnya perlu kajian lebih lanjut untuk menggantikan UN sebagai tolok ukur kelulusan siswa. 

"Enggak masalah ditiadakan, tapi harus dikaji Dikbud. Karena penting kan itu jadi alat ukur sehingga kelihatan kemampuannya," ujar Ma'ruf

Nadiem sebelumnya menyatakan akan mengganti UN dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter mulai 2021. Menurut Ma'ruf perlu uji coba terlebih dulu terhadap rencana tersebut agar ada tolok ukur yang jelas bagi kelulusan siswa.

Ia menilai survei karakter itu memang diperlukan agar tiap siswa tak hanya memiliki kompetensi secara akademis melainkan juga integritas. 

Ketua Umum MUI nonaktif itu sendiri mengaku belum tahu lebih lanjut terkait rencana penerapan asesmen kompetensi sebagai pengganti UN. 

"Belum tahu. Maka saya katakan kalau mau ganti UN harus ada alat ukur yang efektif, yang bisa mengukur tingkat standar pendidikan di masing-masing daerah. Nanti baru tahu ketika sudah diuji," katanya. (*)

UN

BERITA REKOMENDASI