Pengunjukrasa Harus Waspadai Penyusup

JAKARTA (KRjogja.com) – Peneliti senior dan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris meminta pengunjuk rasa yang akan melakukan aksinya pada 4 November mewaspadai penyusup yang ingin mengambil keuntungan karena dikhawatirkan ada penumpang gelap maupun terang-terangan.

"Para penyusup tersebut ingin mengambil keuntungan untuk dirinya atau kelompoknya," kata Syamsuddin saat diskusi Keprihatinan Anak Bangsa Terhadap Ancaman Kebinekaan, di Jakarta, Kamis (3/11/2016) malam. Hadir dalam diskusi antara Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Mulyadi P. Tamsir, Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Chrishman Damanik, Bambang Sulistomo pengamat sosial yang juga anak Bung Tomo, aktivis Emmy Hafild dan wartawan senior Budiarto Shambazy.

Apalagi, tutur Syamsuddin,  hampir sebagian besar para pengunjuk rasa tidak mengetahui akar persoalan aksi unjuk rasa tersebut. Unjuk rasa memang dibolehkan namun tidak boleh memaksakan kehendak karena bisa membuat masyarakat menjadi trauma. Kepada para elit politik, ia meminta untuk menghilangkan sikap saling curiga karena sewaktu-waktu bisa memicu persoalan.

Mulyadi P. Tamsir menambahkan, toleransi dibangun untuk saling menghargai. Karena itu aksi besok bukan merupakan masalah politik namun ketidakadilan hukum. Sedangkan Chrishman Damanik mengatakan kebinekaan harus tetap dijaga. Saat ini, Pancasila sudah mulai ditinggalkan. Karena itu, ia meminta masyarakat kembali menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Ful)

 

BERITA REKOMENDASI