Peningkatan Deformasi, Bromo Keluarkan Belerang 200 Ton per Hari

Editor: KRjogja/Gus

PROBOLINGGO (KRjogja.com) – Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, terus bererupsi. Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menambah sembilan personel untuk memantau aktivitas gunung itu.

 

Hasil pemantauan sementara, Gunung Bromo mengeluarkan 200 ton gas belerang per hari. Ada peningkatan deformasi yang berarti energi gunung ini masih tinggi.

Gas belerang yang dikeluarkan Gunung Bromo pada 2016 bertambah banyak bila dibandingkan erupsi 2005 dan 2010 yang rata-rata mencapai 180 ton per hari.

“Kita melakukan beberapa metode. Hasil zat belerang rata-rata 200 ton gas belerang per hari,” ujar pemantau Gunung Bromo, Umar Rusadi, Jumat (22/7/2016).

Beruntung SO2 akan terurai bila keluar ke udara, terkena matahari, sehingga zat ini tidak berbahaya terhadap manusia.

Lebih lanjut Umar menjelaskan, meski aktivitas Gunung Bromo cenderung meningkat, PVMBG masih belum berencana menaikkan status menjadi level III atau Siaga. Sebab di sisi seismik gempa letusan masih wajar, berkisar 1-6 mili meter saja. Status Gunung Bromo saat ini tetap di level II atau Waspada. (*)

BERITA REKOMENDASI