Pentas Edukasi Transportasi Upaya Kurangi Kecelakaan

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai, kesadaran hukum masyarakat dalam berlalu lintas di jalan masih lemah. Kondisi ini berakibat masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dalam upaya mengurangi tingginya angka kecelakaan tersebut, Kemenhub menggelar acara Pentas Edukasi Transportasi. Kegiatan ini diselenggarakan di SMKN 53 Jakarta, pada Rabu (25/9).

"Edukasi tentang keselamatan transportasi dilakukan di SMK atau SMA, karena mereka adalah generasi muda yang kadang masih suka pingin ngebut kalau berkendara," kata Kabag Publikasi Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Bambang Widjonarko.

Dijelaskan Bambang, kegiatan Pentas Edukasi Transportasi merupakan salah satu bentuk komunikasi Kemenhub untuk mendekatkan diri secara langsung kepada stakeholder yang salah satunya adalah para pendidik dan para pelajar untuk menyampaikan informasi secara proporsional menyangkut pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kemenhub dalam penyelenggaraan transportasi nasional.

"Termasuk didalamnya, menumbuhkan kesadaran dan pemahaman pentingnya keselamatan bertransportasi, penyampaian kebijakan, langkah-langkah implementasi hingga kinerja yang telah dicapai," kata Bambang.

Kegiatan Pentas Edukasi Transportasi kali ini merupakan yang kedua digelar, setelah sebelumnya kegiatan serupa digelar di Depok, Jawa Barat. "Untuk tahun 2019 ini digelar sebanyak 4 kali. Pentas Edukasi Transportasi selanjutnya dilangsungkan di Surabaya dan Medan," jelas Bambang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hengki Angkasawan mengatakan, prioritas untuk mengutamakan keselamatan dan memberikan pelayanan yang terbaik dalam pemberian jasa transportasi kepada masyarakat merupakan hal yang mutlak harus dilakukan.

"Memberikan contoh dalam pembentukan budaya keselamatan di sektor transportasi bukanlah hal yang mudah namun bukan berarti kita tidak mampu," kata Hengki.

Peningkatan keselamatan dilakukan untuk semua sektor transportasi baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian. Pada sektor perhubungan darat, upaya untuk peningkatan aspek keselamatan serta menekan tingginya kecelakaan lalulintas antara lain dengan membangun berbagai fasilitas seperti rambu-rambu lalu lintas dan marka jalan, hingga menjaga kendaraan operasional angkutan atau kendaraan umum agar tetap layak jalan.

Menurut data dari Korps Lalu Lintas Polri, tercatat pada tahun 2017 terdapat 19.681 orang usia 15 – 19 tahun menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan meningkat menjadi 23.276 orang pada tahun 2018, atau naik 18%.

Sedangkan berdasarkan pekerjaan, tercatat korban kecelakaan lalu lintas terjadi pada pelajar atau mahasiswa sebesar 41.879 orang pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan 5% dari tahun 2017 sebesar 39.940 orang.

Menurut Hengki, fakta menarik yang bisa dicermati dari hal tersebut, kematian pada kecelakaan lalu lintas terjadi pada usia produktif yaitu para pelajar. "Karena itu, penting untuk membangun kesadaran sejak dini bagi generasi muda agar dapat tertib dalam berlalulintas, mematuhi peraturan yang ada sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Hengki ingin mengajak pelajar dan mahasiswa agar menyayangi nyawa dengan disiplin berlalulintas, mematuhi peraturan yang ada serta selalu gunakan helm yang benar.

"Keselamatan adalah tanggungjawab semua. Kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dengan menjaga ketertiban, keselamatan, dan keamanan mutlak diperlukan dalam peningkatan keselamatan jalan," tambah Hengki.

Hengki juga mengajak pelajar, mahasiswa dan pendidik agar dapat menjadi pelopor-pelopor keselamatan serta dapat berkontribusi membantu menjaga sarana dan prasarana transportasi yang ada, serta kritis memberikan masukan bagi pengembangan kualitas pelayanan kegiatan transportasi di tanah air. (Imd).

BERITA REKOMENDASI